Ketika kamu dan aku menjadi kita
Dulu, aku merasa bangga karena akhirnya aku memilikimu dan kamu pun sebaliknya.
Merasa apapun yang biasa saja menjadi lebih indah karena adanya kita
Walaupun resiko terbesar ada dimata, namun aku memilih untuk menghadapinya asalkan bersama kamu.
Kamu katakan banyak janji yang membuatku percaya tentang itu semua
Kamu dan aku membuat janji untuk tidak saling menyakiti satu sama lain
Sikap manismu
Kata-kata indahmu
Membuatku terhipnotis oleh semua kegilaan yang kamu buat
Kamu buat aku gila. Iya, gila karena semua yang kamu buat.
Kamu buat seolah-olah dunia ini hanya milik kita berdua
Namun......................
Tiba-tiba kamu berubah
Kamu bukan seseorang yang dulu pertama kali aku lihat
Tampaknya kamu sangat asing untukku
Kamu memilih untuk pergi karena hal yang sudah aku duga sejak pertama kali aku mengatakan "iya, aku mau"
Aku tak pernah menyalahkan alasan itu. Tidak pernah.
Namun, aku menyalahkan keadaan dan kamu yang mulai asing dimataku
Sudah berapa ratus liter air mata ini cuma untuk menangisi kepergianmu? Apa kamu sudah puas dengan kebebasanmu tanpa aku? Atau kamu puas karena aku sudah tidak menjadi "pengatur"mu lagi?
Aku rasa, kamu harus berpikir ulang untuk pertanyaan bodoh itu. Rasanya jika hanya menangisimu tidak mampu membuatmu kembali kepadaku. Jika kamu puas dengan kebebasanmu, apa kamu tidak berfikir dulu hidupmu itu berantakan dan akhirnya aku yang membereskan itu semua. Demi kamu. Iya hanya untuk kebaikanmu dan itu semua salah dimatamu. Jika aku pengaturmu, apa itu bukan sesuatu hal yang bagus? Kalau kamu berantakan, maka aku yang akan membereskan semuanya agar kamu terlihat rapih.
Buatku, semua yang kamu lakukan itu cukup.
Iya cukup buat aku sakit yang sudah lama aku biarkan sampai luka itu hilang sendiri
Tapi rasanya, aku tidak mau merasakan luka itu lagi.
Jadi, jika aku pergi.
Aku minta, jangan berantakan lagi.
Berantakan dalam arti orang yang gabisa diatur, itu kamu.
Kamu tetap selalu menjadi daftar doaku yang paling bawah. Tetap kusebutkan kok.
Jangan terlalu percaya diri terhadap sesuatu yang masih 'tabu' untuk menjadi kenyataan
Kamu terlalu baru mengenal cerita cintaku
Masih terlalu kecil untuk mengetahui 'rollercoster' cintaku.
Aku titip kamu ya. Selamat tinggal.
-Als-